SEMARAPURA, KOMPAS. — Seorang guru olahraga SD Negeri 4 Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, meninggal dunia secara mendadak.
I Dewa Gde Suprayadnya (40) meninggal pada Rabu sekitar pukul 06.00 Wita saat hendak dibawa keluarganya ke Puskesmas Nusa Penida I.
"Seusai menonton pertandingan sepak bola di televisi, dia menangis terus," kata Kepala UPT Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Nusa Penida Wayan Natih kepada wartawan di Semarapura, Rabu (4/1/2012).
Menurut istri almarhum, Desak Gde Putri, suaminya makan sate kambing untuk menjamu kerabatnya yang berkunjung ke rumahnya sambil menonton sepak bola Liga Spanyol.
Beberapa saat sebelumnya, suaminya sempat memeriksakan diri ke dokter dan diketahui bahwa tekanan darahnya mencapai 170. "Kami sama sekali tidak mengira kalau suami pergi secepat itu," kata Gde Putri.
Sementara itu, Wayan Natih menambahkan bahwa, sebagai guru olahraga, Gde Suprayadnya memang penggemar berat sepak bola, khususnya klub-klub luar negeri.
Bahkan, Perbekel (Kepala Desa Adat) Batu Nunggul, Nusa Penida, Wayan Sutama juga menyatakan bahwa sebelumnya almarhum dalam keadaan sehat.
"Dia jarang sekali mengeluh karena sakit. Apalagi dia pandai bermain basket dan voli. Bahkan beberapa kali dia juga jadi wasit pertandingan Voli," katanya.
Jenazah salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Batu Nunggul itu kini disemayamkan di rumah duka di desa tersebut
I Dewa Gde Suprayadnya (40) meninggal pada Rabu sekitar pukul 06.00 Wita saat hendak dibawa keluarganya ke Puskesmas Nusa Penida I.
"Seusai menonton pertandingan sepak bola di televisi, dia menangis terus," kata Kepala UPT Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Nusa Penida Wayan Natih kepada wartawan di Semarapura, Rabu (4/1/2012).
Menurut istri almarhum, Desak Gde Putri, suaminya makan sate kambing untuk menjamu kerabatnya yang berkunjung ke rumahnya sambil menonton sepak bola Liga Spanyol.
Beberapa saat sebelumnya, suaminya sempat memeriksakan diri ke dokter dan diketahui bahwa tekanan darahnya mencapai 170. "Kami sama sekali tidak mengira kalau suami pergi secepat itu," kata Gde Putri.
Sementara itu, Wayan Natih menambahkan bahwa, sebagai guru olahraga, Gde Suprayadnya memang penggemar berat sepak bola, khususnya klub-klub luar negeri.
Bahkan, Perbekel (Kepala Desa Adat) Batu Nunggul, Nusa Penida, Wayan Sutama juga menyatakan bahwa sebelumnya almarhum dalam keadaan sehat.
"Dia jarang sekali mengeluh karena sakit. Apalagi dia pandai bermain basket dan voli. Bahkan beberapa kali dia juga jadi wasit pertandingan Voli," katanya.
Jenazah salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Batu Nunggul itu kini disemayamkan di rumah duka di desa tersebut



21.25
Anak Muda
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar